[EVENT] ART JAKARTA 2018

10:49

Heyow! Siapa yang sudah datang ke ART JAKARTA 2018: The 10th Edition of The First and Biggest Art Fair in Indonesia? Tahun ini, Art Jakarta diadain di Grand Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place tanggal 2-5 Agustus 2018. Acara ini dibuka untuk umum dengan harga tiket masuk Rp 50.000,- dan gratis untuk anak usia 12 tahun ke bawah. (langsuuung dipadatin dalam satu paragraf!)


Apa sih Art Jakarta? Sederhananya, Art Jakarta itu pameran seni kontemporer paling wah di Indonesia yang diadakan setahun sekali, presented by MRA Media dan berfungsi sebagai salah satu platform untuk mengembangkan pasar seni di Indonesia dan menemukan bakat-bakat baru. Jadi, jangan heran kalau ada banyak banget galeri dan seniman yang nunjukkin hasil seninya di Art Jakarta. Kalau dilihat dari segi sales, di Art Jakarta 2017 hampir 80% karya yang ada terjual dalam 4 hari pameran. WAAAH~ Di ART Jakarta 2018, ada 52 galeri seni yang berpartisipasi dari 12 negara! Belum kalau dihitung dari jumlah seniman, kolektor, dan penggemar seni yang berpartisipasi. Banyak~ Yaudah mari lanjut lagi ke area ART JAKARTA 2018.


Begitu masuk, mata akan langsung tertuju pada….. A I R. Ya benar saudara-saudara, di area Art Jakarta, disediakan air mineral dan infused water lengkap dengan gelasnya di beberapa spot. Jadi, tidak perlu takut kehausan! (mohon maaf ini info penting untuk yang dateng-dateng udah seret tapi bingung cari air mineral dimana hoho). Selain itu, ada juga tempat penitipan barang, jadi bisa lebih tenang saat keliling karena gak repot, gak berat, dan gak takut nyenggol instalasi.


Kalau jalan beberapa langkah lagi, kita akan ketemu sama salah satu Special Programme dari ART JAKARTA 2018: 10 FOR 10. 10 arts installations by 10 Indonesian prominent artists.


The Irony of Ruralism by Eddy Susanto
[Acrylic, Drawing Pen on Canvas (9 panels), and Steel Fence]
Instalasi seni ini berbentuk ruangan lengkap dengan gerbang hitam (atau sel hitam ya bilangnya?), tempat duduk, dan daun-daun di tanah. Untuk karyanya sendiri ada di 9 panel yang disusun dan membentuk gambar rumah gitu. Iya, kalau dari jauh sih “rumah”, tapi pas dilihat dari dekat, itu bukan sekedar garis, tapi kayak tulisan dan itu pakai drawing pen! Hm~


389-6966-104-554 by Syagini Ratna Wulan
Ini diaaaa instalasi teramai untuk foto-foto. Lama banget nunggu sepinya biar bisa foto ini HAHA. Mungkin karena permainan warnanya yang menarik ya~ Dibaliknya, ternyata instalasi ini dibuat untuk “menjawab” chromopobhia (phobia terhadap penggunaan warna).


Give Thanks by Theresia A. Sitompul.
[Linocut Print on Fabric]
“This work is a prayer, of thanksgivings and gratefulness. Prayers that roll never ending like this fabric, symbol of Ora et Labora”. Hm, menariknya lagi, yang terlihat seperti rantai emas itu ternyata peniti yang disusun~

Moon Racer by Heri Dono

Haduh, dari awal udah panjang. Yaudah sekarang lanjut ke foto-foto dulu yaaa. Jadi, kalau lebih masuk lagi ke dalam area, akan ada banyak booth yang menampilkan berbagai instalasi seni. Super menarik!


Headpiece by Rinaldy Yunardi


Gercep level: Pas piringannya muter, langsung ambil kamera dan cekrek~


#LetMeTellYouAStory by Alexander Thian - Ini booth gak ada sepinya! Sempet ketemu sama Alex pas baru datang tapi gak sempet nyapa. Sedih :(


Di instalasi seni, kalau tongnya dipukul, tanknya akan bergerak. Makin keras, makin banyak yang gerak~


Oh , ngomongin soal Special Programme di ART JAKARTA 2018, selain 10 FOR 10, masih ada beberapa Special Programme menarik lainnya, mulai dari Mall Art (Instalasi public di Atrium Pacific Place oleh Faisal Habibi), Gold/Glory Installation (Instalasi typography dari Thinking*Room), Metamorphosis (Periyakembangan karya selama 20 tahun Ay Tjoe Christine), Japanese Art Now (Pertunjukkan 10 seniman Jepang oleh Edwin’s Gallery), Find Your Light (aku bahas lebih lanjut di bawah), Art Unlimited by Bekraf, Performace Art, Creative Workshops, dan Art Charity Auction dengan hasil seni dari seniman!


Oh iya, mari membahas satu lagi instalasi menarik, Find Your Light, kolaborasi seni dari Meliantha Muliawan untuk Lancome. Selain konsep dan visualnya yang menarik (iyalah apalagi tema Genifique itu berfokus di self introspection and discovering the beauty that radiates from inside), disini juga berjalan “Snap Your Picture and Get Rewarded”. Caranya gampang banget, foto, tag @LancomeOfficial dan gunakan hashtag #LancomeID, #LoveYourAge, #FindYourLight, tunjukkin ke Beauty Advisor di store yang sudah ditentukan, dan dapatkan 7-days trial Advanced Genifique. Siapa yang gak mauuu cobaaa~


Sekilas, biasa aja. Tapi sayangnya, pas aku lewat sana ADA AJA DRAMANYA. Halah, hiperbola. Jadi ya intinya pas disana aku dua kali nemu orang kesandung instalasi. HM. KAN. HM. Bahkan sampe ada panitia yang negor langsung “Jangan dipegang instalasinya” Hm okay. Jadi gini, berhubung sekarang trennya adalah Instagram dan aku juga penikmat hasil foto bagus, aku gak bisa nyalahin orang karena foto di pameran seni. Tapi, please be wise. Kesandung bukan maunya? Iya, tapi bisa diantisipasi dengan lebih cermat dan kalau mau preventif, jangan dekat-dekat. Toh better safe than sorry, kan? Apalagi di atas-atas instalasi ini ada Genifique serum – kalau sampai ini barang asli dan jatuh lalu amit-amit pecah, apa gak nangis? Tiket masuk berapa, ganti kerugian berapa.

Memang di beberapa pameran seni atau galeri seni gak ada yang melarang foto. Mau gaya apa aja bebas. Tapi yaa, jangan sentuh kecuali emang yang diperbolehkan disentuh (ada infonya biasanya), kalau gak ada, jangan sentuh apapun, entah pakai tangan atau anggota tubuh lainnya. Aslik karya seni tuh mahal (kemarin aja ada lukisan yang 150 juta mak bisa buat modal nikah). Foto emang nyenengin, plus jadi kenangan buat diri sendiri. Tapi, kalau untuk dapetin foto sampai harus ngerusak dan ngecewain atau bikin marah banyak orang, yakin akan puas? Ehe. Ehe.


Yaudah. Sekian post kali ini, tolong diinfokan kalau ada salah-salah kata ya, have a nice day!

You Might Also Like

2 comments

  1. Rencananya mau datang ke acara ini tapi semalem pas mau pesen tiket lewat web ternyata udah enggak bisa lagi. Trus mau pesen lewat go-tix juga engga bisa. Akhirnya gue mikir, "dateng engga ya?", pengen banget lihat acara seni kayak gini soalnya cuma sekali setahun doang kan ya. Plus mau ketemu Koh Alex juga. Akhirnya tekad gue udah bulet, datang dan pesen tiket secara OTS. Etapi pas hari ini (minggu) gue malah sakit. Sedih akutu udah drama-dramaan eh ujungnya sakit :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaaah sayang banget, semoga lekas pulih! Aku baru dateng liat Koh Alex, mau nyapa, tapi udah keburu ada yang nyapa beliau duluan, jadilah mikir "nanti juga ketemu lagi" ETAPI GA KETEMU HEHE.

      Delete